Mengatasi Kanker (Cancer)

Sel-sel kanker muncul karena adanya mutasi gen yang menyebabkan sel-sel tubuh terus menerus membelah diri secara abnormal sehingga tidak memenuhi fungsi alamiahnya dan menyerang jaringan-jaringan yang ada di sekelilingnya. Sel-sel ini merampas bahan-bahan gizi yang penting dari sel-sel normal yang ada di sekitarnya menyebabkan penderita kanker sangat menderita. Sel-sel kanker dapat menyebar dan bercokol pada bagian tubuh manapun, menimbulkan pertumbuhan yang tidak normal atau tumor. Kanker dapat dikelompokkan berdasarkan jenisjaringan tempat kanker mula-mula muncul.

Untuk mengobati / menghilangkan benjolan-benjolan yang bersifat kanker atau tumor, operasi, radiasi dan obat-obatan khusus terbukti bermanfaat. Operasi / pembedahan dapat menghilangkan pertumbuhan kanker awal   dan   pertumbuhan-pertumbuhan   selanjutnya. Obat-obatan, meskipun tidak dapat secara tuntas melenyapkan kanker, dapat digunakan untuk mengurangi pertumbuhan atau memperlambat munculnya pertumbuhan-pertumbuhan berikutnya. Radiasi sering digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker dan mencegah penyebarannya.

Efek-efek sampingan dari terapi radiasi seperti muntah-muntah dan diare dapat dikurangi atau dicegah dengan vitamin C, E dan B kompleks. Penting untuk mengkonsumsi vitamin-vitamin ini beberapa hari sebelum radiasi dimulai. Tekanan psikologis karena kanker meningkatkan kebutuhan yang sangat besar akan vitamin C. Penggunaan produk perlebahan terhadap penderita kanker yang menjalani kemoterapi terbukti dapat mengurangi banyak keluhan timbul selama kemoterapi seperti mual, muntah, diare, gangguan keseimbangan, rambut rontok dan masih banyak lagi.

Pada umumnya protein tinggi, makanan berkalori tinggi diperlukan untuk memelihara dan memulihkan sel-sel yang sehat.

Pollen sangat membantu bila dikonsumsi penderita kanker karena sel kanker yang menyerap zat gizi secara berlebihan menyebabkan sel yang normal mengalami kekurangan gizi dan kerusakan.

Propolis dengan antioksidan yang tinggi akan membantu tubuh dalam menekan keganasan sel kanker.

Royal jelly akan menjaga kondisi tubuh agar kerusakan yang terjadi pada sel-sel normal tubuh penderita dapat dicegah dan diperbaiki sehingga daya tahan tubuh penderita pun bisa pulih dan membantu tubuh mengeliminir sel kanker.

Secara   farmakologis   propolis   merangsang pembentukan antibodi dan peningkatan IFN-Y yang meningkatkan aktifitas macrophage dalam penekanan aktifitas sel kanker.

, , , , , , ,

2 Comments

Sejarah Kesehatan

Dunia kesehatan / kedokteran dimulai sejak 2500 tahun yang lalu, yakni dari Yunani kuno. Kita telah mengenal Bapak Ilmu Kedokteran yaitu “hippocrates” dengan teorinya yaitu pemulihan berdasarkan bahwa tubuh mempunyai kekuatan yang berasal dari dalam untuk memulihkan, dan ini disebut sebagai “FISIK.” Phisician (dokter) yang mempunyai tugas mendampingi penderita sebagai petunjuk memulihkan tubuh penderita dari penyakitnya dengan pemeliharaan kemampuan (vitalitas) dari dalam serta menggunakan kekuatan dari dalam tubuhnya sendiri.

 

Selisih pendapat antara Hippocrates dengan ilmuwan lainnya mengenai teori pemulihan ini sudah berkembang sejak masa itu yaitu sejak ia mendapat bantahan dari Democrates yang mengemukakan teori Atomik, beliau berpendapat bahwa tubuh manusia juga kehidupan lain di dunia ini, hanyalah sebagai proses reaksi atom kimiawi, jadi mana mungkin terjadi pemulihan alami / sendiri dari dalam. Pertentangan kedua pendapat berlangsung terus hingga sekarang.

 

Dunia Kedokteran Modern sendiri berkiprah pada teori Atomik mengikuti pengaruh dokter-dokter terdahulu.  Sehingga sampai sekarang tujuan utama Ilmu Kedokteran semata-mata menyembuhkan penyakit tanpa mempedulikan adanya kemampuan dari dalam tubuh itu sendiri sebagai pemulih alami.

 

Obat-obatan kanker misalnya dapat membunuh sel kanker dari dalam tubuh, antibiotika dapat membunuh kuman / bakteri dari dalam tubuh atau obat-obatan lainnya seperti insulin, kortikosteroid dapat mempengaruhi proses kimiawi dari dalam tubuh. Kalau kita simak sekelumit contoh di atas maka akan terasa kagum kepada para dokter dan sependapat kalau mereka adalah memang penguasa alam yang dappat mengubah keadaan dari dalam tubuh seseorang, tanpa mempedulikan pemulihan alami selanjutnya, bahwa sebenarnya penderita tersebut bisa sembuh dan sehat kembali adalah juga karena proses pemulihan alami yang berasal dari dalam tubuhnya sendiri.

Bahan alami yang mempengaruhi proses pemulihan dikelompokkan menjadi:

  • Kelompok makanan
  • Kelompok obat-obatan
  • Kelompok beracun

 

Kelompok Makanan:

Adalah kelompok bahan alami yang tidak mempunyai resiko terhadap keracunan serta kelainan / efek samping dalam penggunaannya, walaupun dimakan dalam jumlah tak terbatas dan dalam jangka waktu lama, kecuali bila ada kerusakan dari bahan tersebut.

Kelompok Obat-obatan:

Mempunyai manfaat khusus, digunakan dalam jangka waktu tertentu dan sifat racunnya kurang dibandingkan kelompok racun. Tetapi pada penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping pada tubuh yang tidak diharapkan.

Kelompok beracun:

Mempunyai khasiat jangka pendek, kadang-kadang dapat digunakan untuk obat, tetapi bila dipakai dalam jangka waktu agak lama dapat menimbulkan kelainan yang cukup fatal.

Kelompok makanan pertama dikenal sebagai “MAKANAN KESEHATAN” karena mempunyai nilai gizi untuk perawatan kesehatan dan pencegahan penyakit yang terdiri dari zat karbohidrat, protein, lemak, vitamin-mineral dan air. Sedangkan kelompok ke dua dan tiga walaupun kerap digunakan, namun hanya sebagai penunjang kelompok pertama saja, dan sering digunakan sebatas pengobatan, yang kalau di dunia kedokteran Barat dikenal sebagai “OBAT-OBATAN”. Karena pengolahan dari zat alami kelompok dua dan tiga sukar diisolasi / dipisahkan, yang mana akan mengakibatkan menurunnya khasiat sampai 50%, maka dalam teknologi modern ini dikembangkan zat sintetik atau buatan dengan dasar kimia dan khasiatnya yang dibuat optimal sesuai dengan tujuan obat-obatan termaksud sampai akhirnya terciptalah yang kita kenal sekarang adalah “Obat Generik”.

Kini sedang populer dimana para ahli kesehatan bekerja sama dengan ahli farmasi meneliti lebih jauh kelompok Makanan Kesehatan, karena dapat dijadikan bahan konsumsi harian, yang tidak terikat pada efek samping, tidak membahayakan walaupun dikonsumsi selamanya. Selain itu mempunyai khasiat mencegah berbagai jenis penyakit. Apakah hal ini berlebihan atau mengada-ada ? Pada kenyataannya bahwa: “CC Pollen Co.” yang didirikan oleh Royden Brown sudah mulai meneliti lebih jauh khasiat dari kelompok makanan kesehatan khususnya Bee Pollen yang dihasilkan oleh “LEBAH MADU” untuk perawatan kesehatan. Padahal kita lupa bahwa sebenarnya madu juga sudah dikembangkan oleh dunia kedokteran Timur (khususnya negeri Cina), karena sejak dahulu sudah diterapkan dan menjadi prinsip dasar ilmu kesehatan disana bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat (Mens Sana in Corpore Sano).

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No Comments

Hidup Sehat Yuuukkk :)

Mencegah adalah lebih baik daripada mengobati

 

Dalam era kehidupan modern ini, banyak masyarakat sudah mulai mengenal pentingnya kesehatan. Paradigma masyarakat yang semula mempunyai pola pikir berobat bila sakit saja, mulai bergeser dengan pola hidup sehat dan mencegah penyakit. Apalagi dengan semakin mahalnya biaya untuk berobat, membuat orang mulai menyadari pentingnya mencegah penyakit.

Hal ini tampak dari kesadaran masyarakat dengan menjaga kesehatan melalui “program olah raga yang teratur dan keseimbangan gizi”. Salah satu indikasi dengan banyaknya makanan kesehatan/food supplement yang banyak dikonsumsi masyarakat.

, , , , ,

1 Comment

Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome.